<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bandeng Mina Asa &#124; Bandeng Cabut Duri</title>
	<atom:link href="http://bandengminaasa.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bandengminaasa.com</link>
	<description>Inovasi pengolahan ikan bandeng dengan sistem cabut duri</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Nov 2011 02:25:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kandungan ikan bandeng dan pengolahan bandeng cabut duri</title>
		<link>http://bandengminaasa.com/kandungan-ikan-bandeng-dan-pengolahan-bandeng-cabut-duri/</link>
		<comments>http://bandengminaasa.com/kandungan-ikan-bandeng-dan-pengolahan-bandeng-cabut-duri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 06:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>minaasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bandeng]]></category>
		<category><![CDATA[cabut duri]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandengminaasa.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[          Ikan Bandeng (Latin: Chanos chanos atau bahasa Inggris: milkfish) adalah sebuah ikan yang merupakan makanan penting di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada). Mereka hidup di Samudra Hindia dan menyeberanginya sampai Samudra Pasifik, mereka cenderung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>          Ikan Bandeng (Latin: Chanos chanos atau bahasa Inggris: milkfish) adalah sebuah ikan yang merupakan makanan penting di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada).</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Mereka hidup di Samudra Hindia dan menyeberanginya sampai Samudra Pasifik, mereka cenderung bergerombol di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut untuk 2 &#8211; 3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau, daerah payau, dan kadangkala danau-danau. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Ikan Bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki rasa yang spesifik, dan telah dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri. Menurut penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan (1996), kandungan omega-3 Bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/ <em>mackerel </em>(3.9%). Kandungan gizi Bandeng secara lebih lengkap dapat dilihat pada komposisi kimia yang terdapat pada Bandeng.</p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>Tabel 1.1 Komposisi Kimia Bandeng</strong></p>
<table class="aligncenter" width="426" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="318">
<p align="center"><strong>Jenis</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="center"><strong>Jumlah</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Fat</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">0.06 %</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Protein</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">20.38%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Phosphorud</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">53 mg%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Manganese</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">19.19 mg%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Sodium</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">12.0 mg %</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Calcium</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">4.89 mg%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Pottassium</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">0.38 mg%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Omega-3</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">14.2 %</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Lioeleic Acid</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">1.25 %</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Eicosapentanoic Acid (EPA)</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">3.39 %</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Decosahexanoic Acid (DHA)</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">9.48%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="318">Energy</td>
<td valign="top" width="150">
<p align="right">820.60 Cal</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: center;"> <strong>Sumber: Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, 1996</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan salah satu proses pengolahan diversifikasi produk perikanan, terutama produk perikanan dari bahan baku ikan bendeng. Jika bandeng mempunyai cita rasa yang spesifik dan banyak digemari oleh masyarakat banyak namun dibalik prospek tersebut ikan bandeng mempunyai kelemahan yaitu terdapatnya duri-duri yang banyak yang tersebar diseluruh bagian daging. Untuk mengantisipasi dari kendala-kendala diatas maka proses pengolahan bandeng tanpa duri merupakan altematif yang sangat tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Permintaan pasar yang cukup besar baik dikota Semarang dan dibeberapa kota lain terhadap permintaan Bandeng Segar Cabut Duri memberikan peluang besar bagi pengusaha atau Kelompok Usaha dibidang ini untuk bisa lebih memperbesar kapasitas produksinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandengminaasa.com/kandungan-ikan-bandeng-dan-pengolahan-bandeng-cabut-duri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandeng Tanduri (Tanpa Duri)</title>
		<link>http://bandengminaasa.com/bandeng-tanduri-tanpa-duri/</link>
		<comments>http://bandengminaasa.com/bandeng-tanduri-tanpa-duri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 04:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>minaasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bandeng]]></category>
		<category><![CDATA[cabut duri]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa duri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandengminaasa.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Ikan bandeng dikenal memiliki rasa khas yang lezat, kandungan gizinya pun tidak sembarangan, bahkan sebagian besar pecinta kuliner lebih senang menikmati ikan bandeng dengan tambahan bumbu sederhana, yang tidak menghilangkan taste aslinya. Sayangnya si milk fish (nama lainbandeng) ini, mempunyai duri yang luar biasa banyaknya (menurut teori ada 164 duri). berbagai pengolahan dibuat untuk membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ikan bandeng dikenal memiliki rasa khas yang lezat, kandungan gizinya pun tidak sembarangan, bahkan sebagian besar pecinta kuliner lebih senang menikmati ikan bandeng dengan tambahan bumbu sederhana, yang tidak menghilangkan taste aslinya. Sayangnya si milk fish (nama lainbandeng) ini, mempunyai duri yang luar biasa banyaknya (menurut teori ada 164 duri). berbagai pengolahan dibuat untuk membuat penikmat bandeng tak terganggu oleh durinya, yang akhirnya justru mempengaruhi rasa dan kandungan gizi di dalamnya. Dari Filipina lah akhirnya ditemukan metode menyantap kelezatan bandeng dengan aman dan nyaman tanpa kehilangan segala manfaat di dalamnya, di Indonesia bandeng yang sudah diolah dengan metode ini dikenal dengan Bandeng Tanduri (Bandeng Tanpa Duri).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awalnya orang ragu dengan metode ini, benarkah bebas akan duri? Tapi setelah menyaksikan prosesnya bahkan kemudian mencicipi hasilnya, mereka takjub bahwa bandeng tanduri hanya bisa dikerjakan secara manual, handmade. Dijual segar dengan cara dibekukan dengan harga yang terjangkau. Sebanding jika dibandingkan dengan rasa was-was yang ditimbulkan ketika kita menikmati bandeng segar yang masih berduri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin mencoba sensasi bandeng tanpa duri ?</p>
<p>hubungi :</p>
<p><strong>Bandeng Mina Asa<br />
</strong>Alamat           : Jl. Bukit Kelapa Sawit II AH-44 Bukit Kencana Jaya, Semarang<br />
Telpon/Fax   : 024-70544643<br />
Email               : info@bandengminaasa.com<br />
Website           : <a href="http://bandengminaasa.com">bandengminaasa.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandengminaasa.com/bandeng-tanduri-tanpa-duri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

